SIDIK JARI

TEKNIK MENGUKUR ALAT BIOMETRIK

Untuk mengukur kehandalan suatu  alat biometrik  (sidik jari, face, card, retina dsb), dapat menggunakan beberapa parameter berikut :

1.    False Accept Rate (FRR) atau False Match Rate ((FMR).
FAR atau FMR adalah Tingkat kesalahan menerima terhadap data yang tidak benar. Jadi, alat menyatakan benar terhadap data yang baru saja discan ketika dibandingkan dengan data yang sudah tersimpan padahal data yang baru saja discan sebenarnya tidak sesuai atau tidak cocok dengan sample data yang tersimpan. Dalam kasus ini, orang yang tidak sah diterima masuk sebagai orang yang sah. Dalam contoh absensi sidik jari , maka mesin absensi sidik jarimenyatakan menerima scan seseorang yang belum terdaftar di alat absen sidik jari tersebut.

2.    False Reject Rate (FRR) atau False NonMatch Rate (FNMR)
FRR atau FNMR adalah tingkat kesalahan menolak terhadap data yang benar. Jadi, alat menyatakan salah terhadap data yang baru saja discan ketika dibandingkan dengan data yang sudah tersimpan padahal data yang baru saja discan sebenarnya cocok dengan sampel data yang tersimpan. Dalam kasus ini, orang yang sah ditolak masuk dan dianggap sebagai orang yang tidak sah. Dalam contoh absensi sidik jari , maka mesin absensi sidik jari menolak scan seseorang yang sudah terdaftar di alat absen sidik jari tersebut.

3.    Receiver Operating Chracteristic (ROC)
ROC merupakan tingkat kepekaan alat. Kepekaan alat biometrik dapat diatur tingkat ambang batas atau threshold-nya. Pengaturan ini akan mempengaruhi FAR dan FRR. Contoh pengaturan threshold pada salah satu mesin absensi sidik jari seperti di bawah ini :

Recommend matching threshold setting:

FRR     FAR Matching threshold
1:N                     1:1
High    Low                 45                         25
Middle  Middle           35                         15
Low    High                25                         10

4.    Equal Error Rate (EER)
EER merupakan tingkat presentasi yang menunjukkan bahwa nilai FAR dan FRR dari suatu alat biometik sama. Untuk membandingkan 2 alat biometrik (misalkan alat absent sidik jari) , maka alat yang mempunya EER lebih rendah dianggap lebih akurat dalam pembacaannya.

5.    Failure to Enroll Rate (FER)
FER adalah tingkat kesalahan menolak pendaftaran atau registrasi pada alat biometrik . Kondisi ini diukur pada saat kondisi mesin dalam keadaan normal. Jika mesin sudah dalam kondisi kurang normal, maka nilai FER akan semakin tinggi. Sebagai contoh padamesin absensi sidik jari, jika permukaan sensor sudah tidak bagus, maka kegagalan registrasi akan semakin tinggi.

6.    Failure to Capture Rate (FCR)
FCR adalah tingkat kegagalan untuk mendeteksi obyek yang melakukan scanning pada alat biometrik . Berbeda dengan FAR dan FRR yang sebenarnya masih terdeteksi, pada FCR, obyek benar-benar gagal dideteksi.

7.    Template capacity
Template capacity merujuk pada jumlah maksimal sampel data bisa tersimpan pada memori mesin. Hal ini bisa juga menjadi pertimbangan ketika membeli absensi sidik jari, agar sesuai dengan jumlah karyawan yang ada.

 Selanjutnya akan kami perkenalkan tekhnologi biometrik dengan sidik jari/fingerprint, terima kasih...

Berita Terkait

Belum Ada Komentar

Isi Komentar